metode simpleks
RISET OPERASI
OPTIMASI KEUNTUNGAN PEMBANGUNAN CLUSTER
DI DAERAH DEPOK DAN CIBINONG
METODE SIMPLEKS
Disusun oleh:
Farhan Agitya Sugiharto
12316639
2TA06
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
1.
LATAR BELAKANG
Riset operasi (operation research)
adalah penerapan metode ilmiah untuk memecahkan masalah yang timbul dalam
pelaksanaan kegiatan sehingga penggunaan sumberdaya dapat optimal dan efisien.
Riset operasi merupakan satu cabang ilmu yang sudah berkembang sejak masa
Perang Dunia II. Pada masa itu metode ini hanya dipakai dalam kegiatan militer,
namun selanjutnya metode tersebut dipakai dalam bidang lain terutama bidang
industri, bisnis, dan
administrasi pemerintahan.
Riset Operasi merupakan metode
merumuskan dan memformulasikan masalah sehari-hari baik mengenai
bisnis, ekonomi, sosial, atau bahkan masalah-masalah di bidang teknik sipil ke
dalam bentuk model sistematis untuk mendapatkan hasil yang optimal. Riset
operasi adalah cara menerjemahkan masalah sehari-hari ke dalam bentuk
matematis. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemodelan harus disederhanakan
dan apabila ada data yang kurang, kekurangan tersebut dapat diasumsikan atau
diisi dengan pendekatan yang bersifat rasional. Dalam Riset operasi diperlukan
ketajaman berpikir dan logika.
2. TUJUAN
Tujuan dari penulisan Makalah Riset
Operasi ini adalah sebagai berikut:
1. Menerjemahkan masalah perhitungan
keuntungan dalam sebuah proyek pembangunan perumahan.
2. Memperoleh hasil perhitungan keuntungan
yang optimal dari penyewaan alat berat.
3. Menentukan jumlah unit yang
akan dijual untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
3. BATASAN MASALAH
Batasan masalah yang ada dalam Makalah
Riset Operasi ini adalah sebagai berikut:
1. Menghitung keuntungan dalam menyewaan
alat berat yang dilakukan pada 2 daerah yaitu Bogor dan Depok.
2. Penggunakan metode simpleks dalam
menyelesaikan masalah dalam Makalah Riset Operasi ini.
4. LANDASAN TEORI
Metode program linier tidak dapat
menyelesaikan persoalan yang memiliki variabel keputusan yang cukup besar atau
lebih dari dua, maka untuk menyelesaikannya digunakan metode simpleks. Metode
simpleks merupakan teknik penyelesaian yang digunakan sebagai teknik
pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian
sumberdaya secara optimal. Metode simpleks digunakan untuk mencari nilai
optimal dari program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan
banyak variabel. Penemuan metode ini merupakan penemuan besar dalam riset
operasi dan digunakan sebagai prosedur penyelesaian dari setiap program
komputer.
Penentuan solusi optimal menggunakan
metode simpleks didasarkan pada teknik eliminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi
optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu persatu dengan cara
perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks
dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi.
5. METODE PENELITIAN
Ada beberapa istilah yang digunakan
dalam metode simpleks, yaitu:
1. Iterasi adalah tahapan
perhitungan dimana nilai dalam perhitungan itu tergantung dari nilai tabel
sebelumnya.
2. Variabel Non Basic
adalah variabel yang nilainya diatur menjadi nol pada sembarang iterasi.
3. Varibel Basic adalah
variabel yang nilainya bukan nol pada sembarang iterasi.
4. Variabel Slack adalah
variabel yang ditambahkan ke model matematika kendala untuk mengkonversikan
pertidaksamaan menjadi persamaan.
5. Kolom Pivot adalah
kolom yang memuat variabel masuk.
6. Baris Pivot adalah
salah satu baris dari antara variabel basic yang memuat variabel keluar.
7. Elemen Pivot adalah
elemen yang terletak pada perpotongan kolom dan baris pivot.
8. Variabel Masuk adalah variabel
yang terpilih untuk menjadi variabel basic pada iterasi berikutnya.
9. Variabel Keluar adalah
variabel yang keluar dari variabel basic pada iterasi berikutnya dan digantikan
oleh variabel masuk.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam membuat bentuk baku, yaitu:
1. Fungsi kendala dengan
pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi persamaan dengan menambahkan
satu slack.
2. Fungsi kendala dengan
pertidaksamaan dalam bentuk umum, dirubah menjadi persamaan dengan mengurangi
satu variabel surplus.
3. Fungsi kendala dengan
persamaan dalam bentuk umum, ditambahkan satu variabel buatan.
6. PEMBAHASAN / ANALISIS
PT. Nusantara Karya
akan membangun perumahan di dua lokasi yang berbeda, yaitu Ciputat dan
Pamulang. Untuk membangun kios di dua lokasi tersebut diperlukan tenaga kerja
dan alat berat. Maksimum penyediaan tenaga kerja adalah 60 orang dan 40 alat
berat.
|
Alat
|
Lokasi Penyewaan
|
Batas Penyewaan
|
|
|
Depok
|
Bogor
|
||
|
Bulldozer
|
6
|
2
|
48 Hari
|
|
Excavator
|
4
|
6
|
60 Hari
|
Kedua lokasi di maksimalkan penggunaanya 48 Hari untuk daerah Depok dan 60
Hari untuk daerah Bogor. Tentukan jumlah pengeluaran yang efektif untuk
penyewaan kedua alat berat tersebut di 2 daerah.
Jawab:
· 6X + 2Y2 + S1 = 48 è S1 = 48 – 6X –
2Y
· 4X + 6Y + S2 = 60 è S2 = 60 – 4X –
6Y
Langkah-langka penyelesaian:
Langkah 1 : Buat model matematis
Faktor tujuan è 16.000.000 (x) + 10.000.000
(y) + 0S1 + 0S2
Faktor kendala è 1. 6X + 2Y + S1 + 0S2 = 48
2.
4X + 6Y + 0S1 + S2 = 60
Integer X, Y≥ 0
Langkah 2 : Membuat tabel simpleks
|
BV
|
CV
|
X1
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
48
|
6
|
2
|
1
|
0
|
|
|
S2
|
60
|
4
|
6
|
0
|
1
|
|
|
Z
|
0
|
-16
|
-10
|
0
|
0
|
Tabel 1: Tabel Simpleks
Langkah 3 : Menetukan baris dan kolom kunci
sebagai dasar iterasi
· Kolom
kunci ditentukan oleh nilai negatif terbesar
· Baris
kunci ditentukan oleh nilai rasio terkecil
· Elemen
pivot adalah pertemuan antara baris dan kolom kunci
· Rasio merupakan hasil
dari perbandingan CV dengan kolom kunci diluar Z.
|
BV
|
CV
|
X1
|
X2
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
48
|
6
|
2
|
1
|
0
|
8
|
|
S2
|
60
|
4
|
6
|
0
|
1
|
15
|
|
Z
|
0
|
-16
|
-10
|
0
|
0
|
0
|
Tabel 2: Tabel Dasar Iterasi
Langkah 4 : Iterasi
· Iterasi ke-1
Ket. Variabel yang masuk sebagai variabel basic adalah X1 dan variabel
keluar adalah S2
|
BV
|
CV
|
X1
|
X2
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
X
|
8
|
1
|
1/3
|
1/6
|
0
|
24
|
|
S2
|
28
|
0
|
14/3
|
-4/6
|
1
|
6
|
|
Z
|
128
|
0
|
-14/3
|
8/3
|
0
|
27,428
|
Tabel 3: Iterasi ke-1
#Perhitungan elemen baris X1 (persamaan pivot baru)
adalah perbandingan persamaan pivot lama (elemen baris S2pada tabel 2)
dengan elemen pivot.
#Perhitungan elemen S1 dan Z (persamaan
baru) adalah persamaan lama (elemen S1 atau Z
pada tabel 2)
Catatan: jika elemen Z masih mengandung nilai negatif maka harus
dilakukan iterasi kembali sampai tidak ada nilai negatif pada elemen Z.
· Iterasi ke-2
|
BV
|
CV
|
X1
|
Y
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
S1
|
8
|
1
|
1/3
|
1/6
|
0
|
24
|
|
X1
|
28
|
0
|
14/3
|
-4/6
|
1
|
6
|
|
Z
|
128
|
0
|
-14/3
|
8/3
|
0
|
27,428
|
Tabel 3: Iterasi ke-1
|
BV
|
CV
|
X1
|
X2
|
S1
|
S2
|
Rasio
|
|
X2
|
6
|
1
|
0
|
3/14
|
-1/4
|
|
|
X1
|
6
|
0
|
1
|
-1/7
|
3/4
|
|
|
Z
|
156
|
0
|
0
|
2
|
7/2
|
Tabel 4: Iterasi ke-2
7. KESIMPULAN
Dari hasil data yang ditemukan memperoleh keuntungan yang optimal, maka (X) adalah 48 hari di depok dengan Biayar
perhari untuk 2 alat berat adalah 6.000.000 x 48 hari = Rp 288.000.000 (Diluar
Biaya pembeliandan perawatan) dan di Bogor (Y) adalah 60 hari x Rp 6.000.000
= Rp 360.000.000 (Diluar Biaya Perawatan pembelian dll).
8. DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar